KBRN, Entikong: Terasi merupakan bumbu khas Indonesia yang terbuat dari fermentasi udang atau ikan kecil dan memiliki aroma kuat serta cita rasa gurih khas. Bumbu ini sering digunakan untuk meningkatkan rasa masakan, terutama sambal dan tumisan sayur. Namun, tidak semua jenis sayuran cocok dicampur dengan terasi. Beberapa kombinasi justru bisa menghasilkan rasa tidak sedap, mengurangi nilai gizi, atau bahkan berisiko bagi kesehatan.
1. Bayam
Alasan: Reaksi kimia dan gangguan rasa
Bayam dikenal mengandung zat besi dan oksalat tinggi. Bila dimasak dengan terasi, yang bersifat fermentatif dan tinggi garam, ada kemungkinan terbentuknya rasa yang kurang harmonis dan aroma amis yang tidak sedap. Selain itu, kombinasi ini bisa membuat tekstur bayam cepat layu dan kehilangan cita rasanya.
2. Sayur Daun Katuk
Alasan: Kadar zat aktif yang tinggi + rasa yang bertabrakan
Daun katuk kaya akan fitokimia dan sering digunakan untuk melancarkan ASI. Bila dicampur terasi, selain rasanya yang menjadi tidak enak (daun katuk memiliki rasa yang agak getir), proses fermentasi terasi bisa mengubah komposisi alami katuk dan justru mengurangi manfaatnya.
3. Kecipir
Alasan: Reaksi rasa dan bau tidak sedap
Kecipir memiliki rasa khas yang agak langu jika tidak dimasak dengan benar. Jika digabung dengan terasi, aroma keduanya dapat bertabrakan dan menciptakan bau yang menyengat, kurang sedap disantap.
4. Daun Pepaya
Alasan: Rasa pahit tidak cocok dengan terasi
Daun pepaya sudah memiliki rasa pahit alami yang kuat. Terasi yang asin dan tajam justru menonjolkan kepahitan ini, membuat rasanya tidak harmonis dan kurang enak di lidah.
Meski terasi merupakan bumbu favorit dalam kuliner Nusantara, penting untuk mengetahui bahwa tidak semua sayuran cocok dipadukan dengannya. Beberapa sayuran seperti bayam, katuk, dan daun pepaya bisa kehilangan nilai gizi atau berubah rasa bila dimasak bersama terasi. Memahami kombinasi bahan yang tepat tidak hanya membuat makanan lebih lezat, tetapi juga lebih sehat.
Source : https://rri.co.id/entikong/kuliner/1590194/jangan-campur-sayuran-ini-lagi-dengan-terasi








0 comments:
Posting Komentar