Majapahit Organic Study

Free Open Sources Academics Herbal

Senin, 30 Juni 2025

Rahasia Larisnya Daun Pisang di Pasar Internasional

 


KBRN, Entikong: Daun pisang yang selama ini identik dengan kehidupan masyarakat tropis, ternyata memiliki daya tarik yang tinggi di pasar internasional. Di luar negeri, khususnya negara-negara barat dan kawasan dengan diaspora Asia yang kuat, permintaan terhadap daun pisang terus meningkat. Tapi apa sebenarnya yang membuat daun pisang begitu laris di luar negeri?

1. Bahan Alami dan Ramah Lingkungan

Di tengah meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan dan pengurangan limbah plastik, daun pisang menjadi solusi alternatif yang menarik. Daun ini 100% biodegradable, mudah terurai secara alami tanpa mencemari lingkungan. Banyak restoran dan pelaku bisnis makanan di luar negeri mulai mengganti piring plastik atau styrofoam dengan daun pisang sebagai alas makanan.

2. Nilai Budaya dan Tradisional

Daun pisang memiliki peran penting dalam budaya Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Di India, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Filipina, daun pisang digunakan untuk membungkus makanan tradisional, seperti nasi lemak, lontong, atau tamales. Diaspora dari negara-negara ini membawa tradisi tersebut ke negara-negara barat, dan kini restoran atau katering tradisional di sana membutuhkan daun pisang untuk mempertahankan autentisitas hidangan mereka.

3. Cocok untuk Berbagai Teknik Memasak

Daun pisang tahan panas dan tidak mudah sobek, sehingga sangat cocok untuk membungkus makanan yang akan dikukus, dibakar, atau dipanggang. Aroma alami dari daun pisang juga menambah rasa khas pada makanan, yang sulit digantikan oleh pembungkus lain. Teknik memasak seperti pepestamalelepat, atau fish in banana leaf kini populer di banyak restoran fusion di luar negeri.

4. Tren Kuliner Eksotis dan Instagramable

Popularitas kuliner eksotis semakin tinggi di kalangan pecinta makanan internasional. Penyajian makanan dengan daun pisang dianggap unik, estetik, dan sangat menarik untuk media sosial. Hal ini menjadikan daun pisang sebagai bagian dari strategi presentasi makanan di restoran-restoran modern.

5. Kesulitan Akses dan Harga yang Menguntungkan bagi Eksportir

Di negara-negara yang tidak memiliki tanaman pisang secara lokal, daun pisang menjadi barang yang cukup langka. Karena itu, harganya bisa berkali-kali lipat dibandingkan di negara asal. Hal ini membuka peluang besar bagi petani dan eksportir dari negara tropis seperti Indonesia, Thailand, atau India untuk memenuhi permintaan global.

Daun pisang bukan hanya sekadar bahan pembungkus makanan tradisional. Di luar negeri, daun ini menjadi simbol keberlanjutan, identitas budaya, dan inovasi kuliner. Popularitasnya yang terus meningkat menunjukkan bahwa komoditas sederhana pun bisa menjadi peluang bisnis global jika dimanfaatkan secara tepat.


Sumber : https://rri.co.id/entikong/bisnis/1585763/rahasia-larisnya-daun-pisang-di-pasar-internasional

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Practical Solution

Buah Pala, Rempah Legendaris Indonesia

Blogroll

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com